Tuesday, December 13, 2011

Asronot wanita India buktikan kebenaran cerita Neil Armstrong tentang Kota Bercahaya


Satu pesanan pendek tersebar tentang berita masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi ke bulan pada 2 Julai 2007 lalu.

Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot berasal Amerika Syarikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan. 
Apakah ini berita bohong? Yang jelas pihak NON MUSLIM sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah berita, bahawa ini berita bohong.

Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Berkahwin dengan Michael J. William, seorang Polis Federal di Oregon, USA. 
Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekod perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada di luar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan di luar angkasa (29 jam, 17 minit).

Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh semasa pandangannya menuju ke bumi. Ketika bahagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebahagian kecil bumi yang nampak terang iaitu MEKAH dan MADINAH.

 
Sunita mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop, ada dua tempat yang sangat berbeza, iaitu Makkah dan Madinah. 
Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Laa Quwwata Illa Billaah.

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah semasa gelombang suara dari bumi tidak mampu merentasi luar angkasa, dia ternyata boleh menangkap suara Azan. 
Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepadaAstronout ini? Diberitakan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.

Puluhan tahun yang lampau, tepatnya tahun 1870, Neil Amstrong pernah mengalami kejadian serupa semasa mendaratkan kakinya di bulan. Diberitakan semasa itu dia mendengar sebuah suara yang dikemudian hari ia mengenalinya sebagai SUARA AZAN

Tepatnya semasa Neil diundang seminar di Universitas Kaherah, Mesir. Di masa dia menyampaikan syarahannya, semasa itu azan berkumandang menunjukkan waktu solat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan azan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar semasa mendarat di bulan.”

Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di universiti itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan tidak lama setelah itu, dia pun menjadi muallaf. 
Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William kebelakangan menjadi polemik di masyarakat.

Tetapi bagi kita umat muslim, tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan diri kita bahawa agama Islam adalah benar. Jika kita yakin berada di agama yang lurus, maka yakinlah bahawa kejadian itu benar. 
Kita tidak perlu menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agama kita. Percayalah, nama MUHAMMAD SAW sudah cukup besar buat kita dan dunia. 
Sama ada benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam apabila pulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya.

Bagaimanapun juga para missionari (NON MUSLIM) sangat tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, kejadian terdengarnya suara azan di bulan, bukanlah suatu perkara yang mustahil. Boleh sahaja terjadi. 
Media Barat selamanya tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap boleh "MENGGONCANGKAN UMATNYA", bukan hanya di AS, tapi juga seluruh dunia.

Sekali lagi sejarah membuktikan bahawa sekalipun Islam dituduh sebagai "agama orang bodoh", "agama kampungan", "agama rendahan", "agama orang miskin", atau apapun tuduhannya, tetap sahaja orang yang berbondong-bondong mengikutinya dan rata-rata berasal dari orang-orang cerdas, orang yang tidak sekadar BERAKAL tetapi juga MEMPERGUNAKAN AKALNYA. Subhanallah, walhamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.
Anda mungkin juga meminati:

Mengapa Rasulullah melarang minum sambil berdiri?

Dalam hadis disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesihatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang boleh membuka (sehingga air kencing boleh keluar) dan menutup.
 Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatik masuk tanpa disaring lagi. 
 
Terus menuju kandungan air kencing. Ketika menuju kandungan air kencing itu terjadi pengendapan di saluran sepanjang perjalanan (ureter). Kerana banyak sisa-sisa yang melekat di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Benar, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya.Disyaki akibat susah kencing, jelas perkara ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahawa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahawa hal itu lebih buruk."

Pada masa duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, melanggarnya dengan keras. 
 
Jika ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan membesar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. 
Adapun Rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu disebabkan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan.

Manusia pada masa berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga boleh berdiri stabil dan dengan sempurna. 
 
Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan saraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak boleh mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada masa makan dan minum.

Ketenangan ini hanya boleh dihasilkan pada masa duduk, di mana saraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan sedia untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang dimakan pada masa berdiri, boleh memberi kesan pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. 
 
Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, boleh menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detik mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pengsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus sangat membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada perut. Para doktor melihat bahawa luka pada perut 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berlaku perlanggaran makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana keadaan keseimbangan pada masa berdiri disertai pengecutan otot pada kerongkong yang menghalang jalannya makanan ke usus secara mudah, dan kadang-kadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang boleh kehilangan rasa selesa semasa makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertongkatkan lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." 
 
Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. 
 
Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhari)

6 tempat kebanggaan umat Islam

1. Masjid Agung Lumpur Bersahaja Kota Djenne 


Djenne, itu nama sebuah kota tertua di sub-Sahara Afrika. Terletak di kawasan lahan banjir yang dilintasi dua sungai, yakni Niger dan Bani.

Namun bagi yang belum pernah bertandang ke kota berjarak 354 kilometer di barat daya Timbuktu, terutama muslim, tentu tak mengira ada sebuah masjid dengan arsitektur indah namun tak lazim, yakni Masjid Agung Djene.

Mengapa tak lazim? Bentuknya tak seperti masjid-masjid lain yang cenderung mengacu ke bentuk masjid atau bangunan di timur-tengah abad pertengahan hingga masa Kaisar Ottoman.

Polos dan minim ornamen, namun justru menunjukkan jika sang ahli bangunan paham benar bagaimana menghadirkan masjid dengan nafas lokal, rendah hati, namun tidak mengurangi aura sakral dan monumental sebuah masjid agung.
Djene, selain terkenal sebagai kota perdagangan, juga dikenal sebagai kota peziarah dan pusat studi Islam. Masjid Agung itu sendiri dari awal dibangun hingga kini mendominasi alun-alun pasar utama di kota tersebut. 

Tradisi menuturkan, penduduk Djene memiliki masjidnya pertama kali pada tahun 1240, yang dibangun oleh Sultan Koi setelah memeluk Islam dan mengubah istananya menjadi masjid. 

2. Aya Sofia




Namanya masjid Aya Sofia. Usia masjid ini tergolong sangat tua, sekitar empat abad. Lokasinya di Istambul, Turki.

Keindahan arsitektur masjid ini begitu mengagumkan para pengunjung. Tampak dari luar, pengunjung disuguhkan ukuran kubah yang begitu besar. Ukuran tengahnya 30 meter dan tingginya 54 meter.


Ketika memasuki area masjid, pengunjung dibuai dengan keindahan interior yang dihiasi mosaik dan fresko. Tiang-tiang masjid terbuat dari pualam warna-warni. Serta dinding yang dihiasi ukiran.

Subhanallah, seperti berada di bawah lukisan cakrawala mini. Selain keindahan interior, daya tarik masjid ini juga pada nilai sejarahnya. Di sinilah simbol pertarungan antara Islam dan non Islam, termasuk di dalamnya nilai-nilai sekular pasca runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani.


Sebelum diubah menjadi masjid, Aya Sofia adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia yang dibangun pada masa Kaisar Justinianus, tahun 558 M. Sempat beberapa kali hancur karena gempa, kemudian dibangun lagi.

3. Kordoba



Kordoba adalah salah satu kota di Andalusia yang terletak di belahan barat Spanyol. Kota ini memanjang di tepi kanan sungai Lembah Besar. Kordoba merupakan kota tua Iberia dengan nama Iberi Baht, kemudian orang Arab menyebutnya Qurthubah atau Kordoba.

Kota Kordoba didirikan pada masa Romawi di sekitar sungai Lembah Besar yang kemudian menjadi terkenal setelah terjadi konflik antara Karthajinah dengan Romawi. 

Kordoba pernah dikuasai oleh penguasa Romawi, Lothair, lalu dijadikan ibukota Spanyol pada tahun 169 SM. Sejak itu, Kordoba menjadi salah satu wilayah kekuasaan Imperium Romawi. 

4. Masjid Al-Aqsa



Masjid Al-Aqsha, arti harfiah: “masjid terjauh” adalah bagian dari kompleks bangunan suci di Yerusalem bagi umat Islam. Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam diangkat ke Sidratul Muntaha dari lokasi ini pada tahun 621, ketika peristiwa Isra’ Mi’raj.

Masjid Al-Aqsa yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis, merupakan kiblat shalat umat Islam yang pertama sebelum dipindahkan ke Ka’bah di dalam Masjidil Haram. 

Umat Muslim berkiblat ke Baitul Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan Islam di Makah (13 tahun) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat shalat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Makah hingga sekarang.

5. Masjid Nabawi



Masjid Nabawi, adalah sebuah masjid yang terletak di Madinah, Saudi Arabia. Masjid ini seperti sudah terlihat dari namanya, dibangun oleh Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. 

Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil haram di Makah dan Masjidil aqsa di Yerusalem.

6. Ka’bah


Ka’bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). 

Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti sholat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.

Dimensi struktur bangunan ka’bah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama Baitallah.

6 TEMPAT KEBANGGAN UMAT ISLAM



1. Masjid Agung Lumpur Bersahaja Kota Djenne 


Thursday, December 8, 2011

PERGORBANAN DAN LARIAN SITI HAJAR

LARIAN KASIH HAJAR R.A

Kisah perjalanan Hajar, isteri Nabi Ibrahim a.s sewaktu ditinggalkan suaminya bersendirian bersama anaknya, Ismail di tengah-tengah padang pasir yang kering kontang bukan sahaja terkandung di dalam kitab suci Al-Quran tetapi turut disebut dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.

Isteri pertama Nabi Ibrahim a.s, Sarah telah meminta Nabi Ibrahim a.s membawa Hajar dan Ismail pergi jauh daripada pandangannya demi mengelakkan dia terus berasa cemburu kepada Hajar kerana beliau merasakan dirinya sudah tua dan tidak mampu memberikan zuriat kepada Nabi Ibrahim a.s.

Dengan petunjuk Allah SWT, Nabi Ibrahim a.s pun membawa Hajar dan anaknya ke satu kawasan padang pasir yang jauh daripada Mesir. Setelah jauh berjalan, akhirnya Nabi Ibrahim a.s meninggalkan Hajar dan anaknya, Ismail di bawah sebatang pohon di tengah sebuah lembah padang pasir yang kering kontang dan tidak berpenghuni. Lembah ini kemudiannya dikenali sebagai Mekah.

Ketika Nabi Ibrahim a.s hampir tiba di hujung lembah, Hajar telah bertanya dengan lantang jika perbuatannya itu adalah perintah daripada Allah swt. Nabi Ibrahim a.s menjawab; “Ya, benar.” 

Setelah mendengar jawapan itu barulah Hajar merasa tenang lalu dia berkata; “Kalau begitu kehendakNya, sudah tentu Allah swt tidak akan mensia-siakan kami. Aku redha.” 

Kemudian, Nabi Ibrahim pun berdoa seperti yang ditulis di dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 37 hingga 38 yang membawa makna;

"Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian dari zuriat keturunanku di sebuah lembah (Tanah Suci Makkah) yang tidak tanaman padanya, di sisi rumahMu yang diharamkan mencerobohinya. Wahai Tuhan kami, (mereka ditempatkan di situ) supaya mereka mendirikan sembahyang (dan memakmurkannya dengan ibadat). Oleh itu, jadikanlah hati sebahagian dari manusia tertarik gemar kepada mereka, (supaya datang beramai-ramai ke situ), dan kurniakanlah rezeki kepada mereka dari berbagai jenis buah-buahan dan hasil tanaman, semoga mereka bersyukur.

"Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau mengetahui akan apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami zahirkan; dan tiada sesuatupun di langit dan di bumi, yang tersembunyi kepada Allah!"

Selesai berdoa, Nabi Ibrahim a.s pun meneruskan perjalanannya. 

Alhamdulillah, lama-kelamaan Hajar semakin terbiasa dengan keadaan lembah tersebut. Namun, suatu hari, bekalannya telah kehabisan. Anaknya, Ismail pula menangis tidak berhenti-henti kerana kehausan. Lalu, Hajar pun bangun dan mula berlari-lari anak menuju ke Bukit Safa dengan harapan akan bertemu dengan sedikit makanan. Namun, dia hampa. Kemudian, dia beralih pula ke Bukit Marwah dengan harapan yang sama. Namun, sekali lagi dia hampa.

Hajar mengulangi perbuatannya itu sebanyak 7 kali sehingga akhirnya dia tersungkur keletihan dalam keadaan amat lapar dan dahaga. Dia kemudiannya menangis menghampiri Ismail yang juga masih menangis. Ketika inilah Ismail yang sedang menangis itu menghentak-hentakkan kakinya, lalu, kemudiannya muncullah air mata air di bawah hentakan kaki Ismail itu. Hajar berasa sangat gembira dan bersyukur kepada Allah swt.

Tidak lama selepas itu, muncul sekawan burung berterbangan di situ. Dalam masa yang sama dengan takdir Allah sekumpulan kaum Badwi dari suku Jurhum yang sedang dalam perjalanan ke Syam telah melalui kawasan itu. Setibanya di situ, mereka terlihat Hajar dan anaknya lalu, mereka meminta izin untuk tinggal bersama-sama di situ. Hajar telah bersetuju. Suku Jurhum itu kemudiannya mengajak kaumnya berpindah ke situ. Ismail kemudiannya membesar dan berkahwin dengan salah seorang puteri mereka.

Peristiwa larian Hajar dari Bukit Safa ke Bukit Marwah ini telah dijadikan Allah sebagai rukun yang harus dikerjakan oleh semua umat Islam ketika menunaikan haji dan umrah. Hal ini demi mengenangkan kembali pengorbanan Hajar terhadap anaknya, Ismail serta untuk dijadikan iktibar oleh semua umat Islam.

Allahu 'alam..

9 SITI YANG PATUT DIJADIKAN RUJUKAN DAN TAULADAN





 Bismilahirrohmanirrohim..

Ada 9 Siti patut dijadikan contoh, untuk dijadikan panduan buat kita sebagai muslimah. InsyaAllah.

1) Siti Khadijah
- Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira'.


2) Siti Fatimah
- Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali. Rasulullah pernah b'kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.


3) Siti Aishah
- Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama.


4) Siti Hajar
- Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).


5) Siti Mariam
- Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa.


6) Siti Asiah
- Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah.


7) Siti Aminah
- Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.


8) Siti Muti'ah
- Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya sahaja.


9 ) Siti Zubaidah
- Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t. 


* 9 Siti ini adalah petikan drpd kata2 Ustazah Siti Norbahyah Mahmood dlm rancangan Halaqah TV9 bertajuk 'SITI IMPIAN'. 

Adakah wanita kita tergolong antara Siti2 ini?

Allahu 'alam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...